Minggu, 19 Agustus 2012

Kenampakan Sosial Negara Tetangga

Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan. Secara astronomis, Indonesia terletak antara 95°BT-141° BT dan 6° LU-11°LS. Indonesia mempunyai tiga jenis iklim, yaitu iklim musim (muson), iklim tropika (panas), dan iklim laut. Iklim musim disebabkan angin muson timur dan angin muson barat. Iklim tropika disebabkan Indonesia terletak di wilayah khatulistiwa. Adapun iklim laut disebabkan sebagian besar daratan Indonesia dikelilingi laut. Itulah beberapa keadaan alam Indonesia.

Kenampakan sosial negara tetangga Indonesia dipengaruhi kenampakan alam tiap-tiap negara. Hal ini menyebabkan kenampakan sosial masyarakatnya beragam. Keragaman ini bisa dilihat dari suku bangsa, tradisi, maupun budaya tiap-tiap negara. Masyarakatnya terbentuk melalui hubungan sosial antarsuku dengan latar belakang budaya, etnis, dan agama berbeda. Akan tetapi, perbedaan tersebut menjadi dasar terciptanya hubungan yang harmonis di kawasan Asia Tenggara. Berikut ini daftar nama suku masing-masing negara tetangga Indonesia

No.Nama NegaraSuku Bangsa
1.
Myanmar Suku Burma (68%), Shan (9%), Karen (6%), Rakhine (4%), lainnya
termasuk suku Tionghoa dan Indo-Arya (13%).
2.
Laos Lao daratan rendah (56%), Lao Theung (34%), dan Lao Soung
(10%).
3.
Vietnam Suku Vietnam (88%), Tionghoa (4%), Thai (2%), dan lainnya (6%).
4.
KambojaSuku Khmer (94%), Tionghoa (4%), suku Vietnam (1%), dan lainnya
(1%).
5.
Thailand Suku Thai (75%), Tionghoa (14%), Melayu (4%), Khmer (3%), dan
lainnya (4%).
6.
Malaysia Suku Melayu dan orang asli (60%), Tionghoa (30%), Tamil (6,4%),
dan lainnya (2%).
7.
Singapura Tionghoa (76%), Melayu (15%), Indo-Arya (7%), dan lainnya (2%).
8.
Brune D. Suku Melayu (69%), Tionghoa (19%), suku pribumi Brunei (6%),
dan lainnya (7%).
9.
Filipina Filipino (80%), Tionghoa (10%), Indo-Arya (5%), bangsa Eropa
dan Amerika (2%), Arab (1%), dan lainnya (2%).
10.
Indonesia Suku Jawa (45%), Aceh (10%), suku Sunda (8%), suku Madura
(4%), dan lainnya (33%).
11.
Timor Leste Melayu polynesia, Melanesia/Papua, Mesticos (percampuran
penduduk asli Timor Leste dan Portugis), dan Cina.

Penduduk asli di kawasan Asia Tenggara berkulit gelap dan berbadan kecil. Penduduk ini bisa dijumpai di Filipina, Indonesia, dan Malaysia. Sekitar 2.500 tahun sebelum Masehi terjadi perpindahan penduduk secara besarbesaran di Asia Tenggara. Mereka adalah orang Melayu atau Indonesia. Mayoritas penduduk Filipina dan Indonesia merupakan keturunan mereka

Agama 
Dalam hal agama, penduduk di tiap-tiap negara juga berbeda. Penduduk Thailand, Kampuchea, Laos, Myanmar, dan Vietnam beragama Buddha. Sebagian besar penduduk Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam beragama Islam. Sebagian besar penduduk Filipina beragama Kristen. Sementara itu, orang Cina di kawasan Asia Tenggara memiliki berbagai bentuk kepercayaan, seperti Buddha, taoisme, Konghucu, Kristen, pemujaan leluhur, pemujaan arwah, serta berbagai kepercayaan lain.


Keragaman Budaya
Keragaman budaya juga mewarnai kawasan Asia Tenggara. Ada sebagian budaya yang merupakan warisan leluhur. Ada pula budaya modern yang berkembang karena pengaruh globalisasi. Akan tetapi, budaya tradisional masih ada yang dilestarikan. Budaya tersebut antara lain seni wayang di Indonesia dan pwe di Myanmar. Kedua budaya tersebut mulai terkikis akibat perubahan zaman yang serbamodern. Muay Thai, sejenis seni bela diri kickboxing ala Kerajaan Thai, adalah olahraga nasional di Kerajaan Thai dan merupakan seni beladiri setempat. Bahay Kubo merupakan rumah tradisional yang terkenal di Filipina, yang dibuat dari daun kelapa, nipah, dan bambu. 

Dalam hal pakaian pun penduduk di Asia Tenggara juga memiliki selera berbeda. Di Vietnam terdapat pakaian tradisional yang terkenal, yaitu Ao Dai. Pakaian tersebut dipakai dalam peristiwa tertentu, seperti perkawinan atau pesta. Penduduk Indonesia juga memiliki pakaian tradisional di tiap-tiap daerah. Misalnya, baju kurung dengan songket dari Minangkabau, Sumatra Barat. Kebaya dan kain batik dari Jawa. Brunei – Baju Melayu (pria), Baju Kurung, Baju Kebaya (wanita), Songket, Sarong. Kamboja – Sampot, Apsara, Sabai. Filipina – Barong Tagalog (pria) and Baro’t saya (wanita). Thailand – Suea Phra Ratchathan (pria) and Thai Chakkri, Thai Boromphiman, Thai Siwalai, Thai Dusit, Thai Chakkraphat, Thai Amarin, Thai Chitlada, Thai Ruean Ton (wanita), Sampot. Myanmar – Longyi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar